MAKASSAR, NAYARA.News – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan kesiapan untuk mempromosikan berbagai komoditas unggulan ke Kuwait guna mendukung peningkatan pendapatan daerah melalui ekspor.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, dalam keterangannya di Makassar, Senin (15/9/2025), menyebutkan bahwa sejumlah produk potensial seperti rumput laut, udang, kakao, dan kopi Toraja memiliki peluang besar untuk dipasarkan di negara Timur Tengah tersebut.
“Kami optimistis, dengan dukungan Ibu Duta Besar, produk-produk unggulan Sulsel dapat lebih dikenal di Kuwait,” kata Fatmawati dalam pertemuan bersama Duta Besar RI untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti, di Makassar.
Selain sektor ekspor, Pemprov Sulsel juga membuka peluang investasi dari Kuwait, khususnya di bidang energi dan infrastruktur. Fatmawati menekankan kesiapan daerahnya dalam menawarkan kawasan industri, pelabuhan, serta potensi energi terbarukan yang tersedia.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap agenda nasional dalam memperkuat kerja sama bilateral dengan Kuwait.
Sementara itu, Dubes RI untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti, menyampaikan bahwa Kuwait menyambut baik kerja sama ekonomi dengan Indonesia, termasuk peluang penempatan tenaga kerja asal Tanah Air.
Lena juga melihat adanya potensi sinergi di sektor energi. Ia menilai, kebutuhan Kuwait di bidang minyak, gas, serta energi baru terbarukan dapat disinergikan dengan potensi energi yang dimiliki Sulsel.
“Kuwait adalah negara penghasil minyak dan gas. Kita ingin dorong kerja sama di sektor oil and gas, dan Sulawesi Selatan punya posisi strategis dalam rantai pasok energi,” jelasnya.
Dubes perempuan pertama Indonesia di kawasan Timur Tengah itu juga menyoroti proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap dan Jeneponto sebagai contoh konkret kerja sama energi yang bisa dijajaki lebih lanjut oleh kedua negara.
“Proyek PLTB di Sidrap dan Jeneponto bisa menjadi model kemitraan energi Indonesia–Kuwait ke depan,” tutupnya.
Leave a Reply