JAKARTA, NAYARA.News – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyoroti sejumlah hambatan dalam upaya mengendalikan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang masih ditemukan di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan imunisasi menjadi persoalan utama. Kondisi ini membuat cakupan imunisasi campak belum sesuai dengan target nasional.
“Vaksin campak aman dan efektif. Edukasi kepada masyarakat sangat penting karena penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi serius bahkan berakibat fatal,” ujar Aji di Jakarta, Sabtu (13/9).
Ia menambahkan, maraknya hoaks dan disinformasi terkait vaksin turut memengaruhi kepercayaan masyarakat. Banyak orang tua masih ragu membawa anaknya ke fasilitas kesehatan karena termakan isu negatif mengenai keamanan vaksin.
Selain faktor tersebut, risiko komplikasi juga meningkat akibat masalah sosial dan budaya, gizi buruk, serta kondisi lingkungan tempat tinggal. Menurut Aji, penanganan campak membutuhkan kerja sama lintas sektor agar lebih komprehensif.
Kendala lain muncul dari terbatasnya tenaga kesehatan, anggaran, serta sulitnya akses layanan kesehatan di wilayah tertentu. Hal ini berdampak pada deteksi dini, pelaporan kasus, hingga pelaksanaan imunisasi respons KLB.
“Masih ada masyarakat yang menganggap campak penyakit ringan. Akibatnya, isolasi pasien sering diabaikan dan penularan semakin meluas,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes meningkatkan edukasi kepada orang tua mengenai manfaat vaksin campak dalam mencegah pneumonia, radang otak (ensefalitis), hingga kematian. Pemerintah juga memperkuat sistem surveilans campak rubella melalui penyelidikan epidemiologi untuk mempercepat deteksi dan memutus rantai penularan.
Langkah yang dilakukan antara lain pelacakan sumber penularan, pemeriksaan kontak erat, pencarian kasus tambahan, isolasi pasien, pemberian vitamin A, serta pelaksanaan imunisasi tambahan melalui program Outbreak Response Immunization (ORI) dan imunisasi kejar.
Sebagai bentuk kewaspadaan, Kemenkes telah mengirimkan surat peringatan kepada seluruh Dinas Kesehatan provinsi dan kabupaten/kota agar memperkuat deteksi dini sekaligus menyiapkan langkah cepat menghadapi potensi lonjakan kasus campak.
Leave a Reply