JAKARTA, NAYARA.News – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan para pemangku kepentingan terkait membahas langkah-langkah mengenai penetapan cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun 2026.
“Hari ini khusus rapat mengenai penetapan cadangan pangan pemerintah tahun 2026. Karena pertama, sudah kelihatan bahwa produksi akan lebih tinggi tahun depan daripada tahun ini. Jadi harus persiapan dengan matang, penyerapannya, gudangnya,” kata Menko Zulkifli dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, dan beberapa perwakilan kementerian/lembaga terkait.
Pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan persiapan panen raya harus dilakukan dengan matang demi menjaga stabilitas harga pangan.
Lebih lanjut, CPP tahun mendatang juga erat kaitannya dengan penyaluran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Tanggal 8 Januari itu sudah (ada) 55 juta penerima manfaat. Ada 19 ribu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) itu Januari. Februari naik lagi, Maret naik lagi. April itu sudah 80 juta, ya, 80 juta penerima manfaat,” kata Zulhas.
Menko Pangan mengatakan, hal ini berdampak pada kebutuhan bahan makanan seperti beras, telur ayam, daging ayam, ikan, hingga susu sapi. Telur ayam, misalnya, ia proyeksikan dibutuhkan kurang lebih 80 juta ton per harinya secara nasional.
Leave a Reply